Selasa, 18 Juni 2013

METODE SEDERHANA ASUHAN KB



1.  METODE SEDERHANA
  a.    Tanpa alat
·        KB alamiah
Ø Metode kalender
Sejak dahulu orang sudah dipercaya akan adanya hari-hari subur dan tidak subur bagi wanita, karena itu cara metode kalender mempunyai sejarah yang sudah tua pemakaiannya sebagai kontrasepsi zaman dulu. Metode kalender hanya dapat memprediksi kapan masa subur dalam siklus menstruasinya sehingga kemungkinan besar bisa hamil.
Metode kalender atau pantang berkala merupakan metode keluarga berencana alamiah (KBA) yang paling tua. Pencetus KBA sistem kalender adalah dr. Knaus (ahli kebidanan dari Vienna) dan dr. Ogino (ahli ginekologi dari Jepang). Metode kalender ini berdasarkan pada siklus haid/menstruasi wanita. Knaus berpendapat bahwa ovulasi terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sedangkan Ogino berpendapat bahwa ovulasi tidak selalu terjadi tepat 14 hari sebelum menstruasi, tetapi dapat terjadi antara 12 atau 16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Hasil penelitian kedua ahli ini menjadi dasar dari KBA sistem kalender.
Metode kalender atau pantang berkala adalah cara/metode kontrasepsi sederhana yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan senggama atau hubungan seksual pada masa subur/ovulasi.
KB sistem kalender adalah usaha untuk mengatur kehamilan dengan menghindari hubungan badan selama masa subur seorang wanita. Sebab pembuahan memang hanya terjadi pada saat masa subur, atau lebih tepatnya 12-24 jam setelah puncak masa subur (sel telur dilepas). 12-24 jam ini dari masa hidup sel telur rata-rata.
Metode ini efektif bila dilakukan secara baik dan benar. Dengan penggunaan sistem kalender setiap pasangan dimungkinkan dapat merencanakan setiap kehamilannya. Berbeda dengan sistem kontrasepsi lainnya, sistem kalender menjanjikan aneka kelebihan dan karena itu banyak yang lebih menyukainya.

SIKLUS HAID
Melacak masa subur bisa dilakukan melalui hitungan siklus haid/menstruasi. Masa subur akan amat mudah terlacak jika haid kita selalu teratur setiap bulannya. Siklus yang normal, terang Lastiko, berjalan antara 28-30 hari. Ada pula ahli yang berpendapat, antara 22-35 hari. “Dengan demikian, sel telur keluar pada pertengahan siklus, sekitar hari ke-14 sampai ke-16 dihitung dari hari pertama menstruasi,” terang Lastiko.
Jadi, 3 hari sebelum hari ke-14 dan 3 hari setelah hari ke-16 adalah masa yang memungkinkan bagi sel telur untuk dibuahi. Perhitungan ini berdasarkan kemungkinan sel sperma yang bisa bertahan hidup sampai 72 jam sebelum mencapai sel telur.
Siklus normal 28 hari, pertengahan siklusnya hari ke-14 (28: 2). Berarti masa suburnya, tiga hari sebelum hari ke-14, yaitu hari ke-11 (14-3) dan tiga hari setelah hari ke-14, yaitu hari ke-17 (14+3). Jadi, masa subur berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-17 (7 hari) dari suatu siklus wanita yang normal.
Misalnya, kita datang bulan pada tanggal 1. Nah, masa subur adalah tanggal 11 (14-3) sampai 19 (16+3) pada bulan tersebut.
Pada mereka yang haidnya tidak teratur (siklus kurang dari 28 hari), maka masa subur diperhitungkan dari jadwal menstruasi yang akan datang. Umumnya sel telur akan keluar pada 14 atau 16 hari sebelum haid yang berikut. Misalnya, perkiraan menstruasi yang akan datang tanggal 18 Agustus. Diperkirakan sel telur akan keluar pada tanggal 2 dan 4 Agustus (18-14 hari mundur = 4 Agustus, dan 18-16 hari mundur = 2 Agustus). Berarti masa subur berlangsung antara 31 Juli (2 Agustus – 3 hari sebelum) sampai 7 Agustus (4 Agustus + 3 hari sesudah).
Jika siklus haid sama sekali tidak teratur, diperlukan data siklus minimal 6 bulan sampai setahun. Kemudian dihitung dengan memakai rumus Ogino Knouss. Dicari siklus yang paling pendek berapa hari dan siklus paling panjang berapa hari. Masa subur ditentukan berdasarkan siklus terpendek – 18, siklus terpanjang – 11.
Contoh, siklus terpanjang 40 hari, siklus terpendek 28 hari. Maka, 40-11 = 29 dan 28-18 = 10. Jadi, perkiraan masa suburnya hari ke-10 dihitung sejak menstruasi pertama sampai hari ke-29. Masa suburnya memang menjadi lebih panjang, tetapi tidak bisa diperkirakan kepastian yang paling mendekati. Ini disebabkan menstruasi yang kacau sehingga sulit diketahui, kapan persisnya perkiraan keluarnya sel telur. Seorang wanita yang siklus menstruasinya kacau sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab dan melakukan pengobatan. Dengan demikian, bisa diketahui masa suburnya.
Secara garis besar masa subur Wanita dibedakan antara masa puncak kesuburan dan masa subur biasa. Masa Puncak Subur Wanita adalah 13 hari sesudah hari terakhir Haid (Hari Terakhir Menstruasi + 13 hari). Sedangkan masa Subur Biasa pada wanita adalah; Masa Puncak Subur -3 hari sampai dengan Masa Puncak Subur + 3 hari. Sebagai contoh mudah penjelasan Masa Subur wanita adlaah, apabila hari terakhir Menstruasi adalah tangal 10 maka tanggal Masa Puncak Subur anda pada tanggal 23, dan masa subur awal tanggal 20 dan masa subur akhir tanggal 26.
Sedangkan Bagi anda yang mempunyai siklus Menstruasi yang tidak teratur, maka anda harus mencatat panjang siklus haid minimal selama 6 siklus atau 6 bulan. Dan untuk perhitungannya adalah dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan makan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Dan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, akan diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Sebagai contoh perhitungan Masa Subur Wanita dengan siklus Menstruasi yang tidak teratur adalah; apabila siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 – 11 = 20, dan 26 -18 = 8, Sehingga didapatkan masa subur anda antara hari ke 8 sampai hari ke 20. 

Sebagai contoh perhitungan, bisa disimulasikan seperti penjelasan berikut:
  • Awal menstruasi bulan lalu: 1 Januari
  • Awal menstruasi bulan ini: 3 Februari
  • Siklus menstruasi: 33 hari
  • Ovulasi (Masa Puncak subur) : 22 Februari (19 hari sejak awal menstruasi bulan ini)
  • Masa subur: 21-23 Februari (sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi)
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KB KALENDER
  1.    Keuntungan
a.    Ditinjau dari segi ekonomi : KB kalender dilakukan secara alami dan tanpa biaya sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli alat kontrasepsi.
b.    Dari segi kesehatan : sistem kalender ini jelas jauh lebih sehat karena bisa dihindari adanya efek sampingan yang merugikan seperti halnya memakai alat kontrasepsi lainnya (terutama yang berupa obat).
c.    Dari segi psikologis : yaitu sistem kalender ini tidak mengurangi kenikmatan hubungan itu sendiri seperti bila memakai kondom misalnya. Meski tentu saja dilain pihak dituntut kontrol diri dari pasangan untuk ketat berpantang selama masa subur.
  2.  Kerugian
      Kemungkinan kegagalan yang jauh lebih tinggi. Ini terutama bila tidak dilakukan pengamatan yang mendalam untuk mengetahui dengan pasti masa subur, karena tidak ada yang bisa menjamin ketepatan perhitungan sebab masa suburpun terjadi secara alami, selain itu kedua pasangan tidak bisa menikmati hubungan suami istri secara bebas karena ada aturan yang ditetapkan dalam sistem ini. Masa berpantang yang cukup lama dapat membuat pasangan tidak bisa menanti dan melakukan hubungan pada waktu berpantang.
Kerugian lain dari KB kalender adalah bahwa waktu yang tepat dari ovulasi sulit untuk ditentukan, ovulasi umumnya terjadi 14 ±2 hari sebelum hari pertama haid yang akan datang. Dengan demikian pada wanita dengan haid yang tidak teratur, saat terjadi ovulasi, sulit atau sama sekali tidak dapat diperhitungkan. Selain itu, ada kemungkinan bahwa pada wanita dengan haid teratur oleh salah satu sebab (misalnya karena sakit) ovulasi tidak datang pada saat semestinya.
INDIKASI
      Metode ini mudah dilaksanakan, tetapi dalam prakteknya sukar menentukan pada saat ovulasi dengan tetap. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur, lagi pula dapat terjadi variasi, lebih-lebih setelah persalinan dan pada tahun-tahun menjelang menopaus.
EFEKTIVITAS
      Bagi wanita dengan siklus haid teratur, efektifitasnya lebih tinggi dibandingkan wanita yang siklus haidnya tidak teratur. Angka kegagalan berkisar antara 6 – 42. Metode kalender akan lebih efektif bila dilakukan dengan baik dan benar. Sebelum menggunakan metode kalender ini, pasangan suami istri harus mengetahui masa subur. Padahal, masa subur setiap wanita tidaklah sama. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan minimal enam kali siklus menstruasi. Selain itu, metode ini juga akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan metode kontrasepsi lain. Berdasarkan penelitian dr. Johnson dan kawan-kawan di Sidney, metode kalender akan efektif tiga kali lipat bila dikombinasikan dengan metode simptothermal. Angka kegagalan penggunaan metode kalender adalah 14 per 100 wanita per tahun.
Ø Metode suhu basal
Menjelang ovulasi suhu basal badan turun, kurang dari 24 jam sesudah ovulasi suhu badan naik lagi sampai tingkat lebih tinggi dari pada tingkat suhu sebelum ovulasi. Dan tetap tinggi sampai akan terjadinya haid. Bentuk grafik suhu basal badan dengan demikian adalah bifasis, dengan dataran pertama lebih rendah dari pada dataran kedua, dengan saat ovulasi diantaranya.
Pengukuran suhu basal badan diselenggarakan tiap hari sesudah haid berakhir sampai mulainya haid berikutnya. Usaha itu dilakukan sewaktu bangun pagi sebelum menjalankan kegiatan apa-apa, dengan memasukkan thermometer dalam rectum atau dalam mulut dibawah lidah selama 5 menit, suhu tubuh basal (BBT/basal body temperature) akan sedikit turun dan kemudian naik sebesar dan meresap sampai masa ovulasi berikutnya. Hal ini terjadi karena setelah ovulasi, hormone progesterone di sekresi oleh korpus luteum yang menyebabkan suhu tubuh basal wanita naik.
Klien disarankan mengukur suhu tubuhnya pada waktu yang sama setiap hari sebelum turun dari tempat tidur, apabila ia bekerja pada malam hari harus mengukur suhu tubuhnya, setelah tidur di sore hari. Ia harus mengukur suhu tubuhnya terlebih dahulu sebelum minum atau makan karena maka ada minum mempengaruhi suhu tubuhnya terlebih dahulu sebelum minum atau makan karena makan dan minum mempengaruhi suhu tubuh basal. Thermometer yang digunakan harus merupakan thermometer ovulasi yang di kalibrasi dalam ukuran 1/10 derajat dimana rentang dan Thermometer digital dan elektronik dapat di gunakan yang membutuhkan waktu sekitar 45 detik baru di baca suhu dapat di ukur per oral, yang memutuhkan waktu 45 menit atau pervagina atau perrektal, yang membutuhkan waktu 3 menit. Suhu tubuh harus selalu diukur melalui rute yang sama unutk menghindari letak akuratan. Suhu tersebut di catat pada suatu gravid dimulai pada hari pertama masa menstruasinya ketika suhu tubuh telah naik dan berlangsung selama 3 hari maka pasangan tersebut dapat melakukan koitus tanpa perlindungan sampai hari pertama masa menstruasi berikutnya. Dengan menggunakan suhu basal badan, kontrasepsi dengan jalan pantang berkala dapat ditingkatkan efektifitasnya. Akan tetapi harus diingat bahwa beberapa factor dapat menyebabkan kenaikan suhu basal badan tanpa terjadi ovulasi, misalnya infesi kurang tidur minum alkohol, dan lain sebagainya.

Keuntungan
 *Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasangan terhadap masa subur
* Membantu wanita yang mengalami siklus tak teratur dengan cara
*mendeteksiovulasi
*Dapat membantu menunjukkan perubahan tubuh lain seperti lendir serviks
*Berada dalam kendali wanita
*Dapat digunakan unutk mencegah atau meningkatkan kehamilan
Kerugian
* Membutuhkan motivasi Perlu diajarkan oleh spesialis keluarga berncana alami Suhu tubuh basal dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, stress, alcohol dan obat-obatan seperti aspirin
* Apabila suhu tubuh tidak diukur pada sekitar waktu yang sama setiap hari, ini akan menyebabkan ketidakakuratan suhu tubuh basal

 *Tidak mendeteksi permulaan masa subur, sehingga, mempersulit umtuk mencapai kehamilan
 Membutuhkan masa pantang yang lama, karena ini hanya memdeteksipascaovulasi
Ø  Metode lendir serviks
Metode lendir serviks dilakukan dengan wanita mengamati lendir serviksnya setiap hari. Lendir bervariasi selama siklus setelah menstruasi ada sedikit lendir serviks dan ini sering kali disebut sebagai kering kadar hormone enstrogen dan progesterone rendah dan lendir tersebut dikenal. Sebagai lendir takkenal mungkin tak ada lendir serviks atau mungkin terlihat lengket dan jika direntangkan diantara dua jari akan terputus ketika ovum mulai matang, jumlah estrogen yang dihasilkan meningkat yang menyebabkan peningkatan lendir serviks. Hal ini menandai permulaan fase subur, kadar estrogen terus naik sebelum terjadi ovulasi dan jumlah lendir serviks meningkat dan menjadi jernih, apabila dipegang diantara dua jari, lendir dapat diregangkan dengan mudah tanpa terputus. Lendir ini digambar seperti putih telur mentah dan disebut lendir subur. Hari terakhir lendir ini disebut hari puncak lendir yang hanya dapat diidentifikasi secara retruspektif empat kali setelah hari puncak lendir, lendir tersebut menjadi kental, lengket, dan keruh, dan disebut sebagi lendir tak subur. Perubahan lendir ini, tejadi karena ovum telah dilepaskan dan kadar estrogen telah kurun. Wanita diajar mengamati dan mencatat lendir serviksnya beberapa kali dalam sehari, baik dengan mengumpulkannya dengan kertas toilet ataupun dengan memasukkan jari tangannya kedalam vaginanya untuk memeriksa konsistensi dan tampilannya. Ia juga didorong untuk mengenali perubahan sensasi lendirserviksnya.

Kerugian
1.membutuhkan komitmen
2. perlu diajarkan oleh spesialis keluarga berencana alami
3. dapat membutuhkan 2 sampai 3 siklus untuk mempelajari metode
4. impeksi vagina dapat menyulitkan identifikasi lendir yang subur
5. beberapa obat yang digunakan mengobati flu dan sebagainya dapat menghambat produksi lendir serviks.
6. melibatkan sentuhan pada tubuh yang tidak disukai beberapa wanita
7. membutuhkan pantangan

keuntungan
1. dalam kendali wanita
2. memberi izin kepada pasangan menyentuh tubuhnya.
3. meningkatkan kesadaran terhadap perubahan pada tubuh
4.memperkirakan lendir yang subur sehingga memungkinkan kehamilan.
5. dapat digunakan menccegah kehamilan.

Ø Metode simptotemal
Metode simptothermal merupakan metode keluarga berencana alamiah (KBA) yang mengidentifikasi masa subur dari siklus menstruasi wanita. Metode mengkombinasikan metode suhu basal tubuh dan mukosa serviks. Tetapi ada teori lain yang menyatakan bahwa metode ini mengamati tiga indikator kesuburan yaitu perubahan suhu basal tubuh, perubahan mukosa/lendir serviks dan perhitungan masa subur melalui metode kalender.
Metode simptothermal akan lebih akurat memprediksikan hari aman pada wanita daripada menggunakan salah satu metode saja. Ketika menggunakan metode ini bersama-sama, maka tanda-tanda dari satu dengan yang lainnya akan saling melengkapi.
Manfaat
Metode simptothermal memiliki manfaat sebagai alat kontrasepsi maupun konsepsi.
Manfaat Kontrasepsi
Metodesimptothermal digunakan alat kontrasepsi atau menghindari kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seksual ketika berpotensi subur (pantang saat masa subur).
Manfaat Konsepsi
Metode simptothermal digunakan sebagai konsepsi atau menginginkan kehamilan dengan melakukan hubungan seksual ketika berpotensi subur.
Efektifitas
Angka kegagalan dari penggunaan 
metode simptothermal adalah 10-20 wanita akan hamil dari 100 pasangan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan kesalahan dalam belajar, saran atau tidak ada kerjasama pasangan. Namun, studi lain juga menyatakan angka kegagalan dari metode simptothermal mempunyai angka kegagalan hanya 3 persen apabila di bawah pengawasan yang ketat.
Hal yang Mempengaruhi Metode Simptothermal Menjadi Efektif
Metode simptothermal akan menjadi efektif apabila:
1.      Pencatatan dilakukan secara konsisten dan akurat.
2.      Tidak menggunakan kontrasepsi hormonal, karena dapat mengubah siklus menstruasi dan pola kesuburan.
3.      Penggunaan metode barier dianjurkan untuk mencegah kehamilan.
Kerja sama dengan pasangan adalah perlu, karena ia harus bersedia untuk membantu untuk menghindari kehamilan baik dengan tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan beberapa metode penghalang selama hari-hari paling subur.

Hal yang Mempengaruhi  Metode Simptothermal  Tidak Efektif
Metode simptothermal dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:
1.      Wanita yang mempunyai bayi, sehingga harus bangun pada malam hari.
2.      Wanita yang mempunyai penyakit.
3.      Pasca perjalanan.
4.      Konsumsi alkohol.

Keuntungan
Metode simptothermal mempunyai keuntungan antara lain:
1.      Tidak ada efek fisik seperti obat-obatan, alat, bahan kimia atau operasi yang dibutuhkan.
2.      Aman.
3.      Ekonomis.
4.      Meningkatkan hubungan kerjasama antar pasangan.
5.      Dapat langsung dihentikan apabila pasangan menginginkan kehamilan.
6.      Tidak memerlukan tindak lanjut atau alat kontrasepsi lain setelah belajar
 metode simptothermal dengan benar.

Keterbatasan
Metode simptothermal mempunyai keterbatasan antara lain:
1.      Tidak cocok digunakan oleh wanita yang mempunyai bayi, berpenyakit, pasca perjalananmaupun konsumsi alkohol.
2.      Metode simptothermal kurang efektif karena pengguna harus mengamati dan mencatat suhu basal tubuh maupun perubahan lendir serviks.
3.      Metode simptothermal memerlukan kerjasama antara pasangan suami istri.
4.      Pengguna harus mendapatkan pelatihan atau instruksi yang benar.

·       Coitus Intereptus
a)        Pengertian
Atau biasa di sebutt dengan sanggama terputus adalah metode KB tradisional dimana pria mengeluarkan penis dari vagina wanita sebelum  pria mencapai ejakulasi.
b)      Cara kerja
Penis dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak masuk kedalam vagina sehingga tidak ada pertemuan antara sperma dan ovum dan kehamilan dapat dicegah
c)      Manfaat
  Kotrasepesi
  Efektif bila dilaksanakan dengan benar
  Tidak menggangu produksi ASI
  Dapat digunakan sebagai pendukung metode KB lainnya.
  Tidak ada efek samping
  Dapat digunakan setiap waktu
  Tidak membutuhkan biaya
 Non Kontrasepsi
  Meningkatkan keterlibatan suami dalam KB
  Untuk pasangan memungkinkan hubungan lebih dekat dan pengertian yang sangat dalam

d)      Keterbatasan
 Efektivitas bergantung pada kesediaan pasangan untuk melakukan sanggama terputus setiap melakasanakannya ( angka kegagalan )
4-27 kehamilan/100 perempuan/tahun.
 Efektivitas akan jauh menurun apabila sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi masih melekat pada penis.
 Memutus kenikmatan dalam hubungan seksual.

e)      Dapat Dipakai Untuk
 Suami yang ingin berpartisipasi aktif dalam keluarga berencana.
 Pasangan yang taat beragama atau mempunyai alasan filosofi untuk tidak memakai metode-metode lain.
 Pasangan yang memerlukan kontrasepsi dengan segera.
 Pasangan yang memerlukan metode sementara, sambil menunggu metode yang lain.
 Pasangan yang membutuhkan metode pendukung.
 Pasangan yang melakukan hubungan seksual tidak teratur.

f)       Tidak Dapat di Pakai Untuk
 Suami dengan pengalaman ejakulasi dini.
 Suami yang sulit melakukan sanggama terputus.
 Suami yang memiliki kelainan fisik atau psikologis.
 Ibu yang mempunyai pasangan yang sulit bekerja sama.
 Pasangan yang kurang dapat saling berkomunikasi.
 Pasangan yang tidak bersedia melakukan sanggama terputus.

g)      Instruksi bagi klien
 Meningkatkan kerjasama dan membangun saling pengertian sebelum melakukan hubungan seksual dan pasangan harus mendiskusikan dan menyepakati penggunaan metode sanggama terputus
 Sebelum berhubungan pria terlebih dahulu mengosongkan kandung kemih dan membersihkan ujung penis untuk menghilangkan sperma dari ejakulasi sebelumnya.
 Apabila merasa akan ejakulasi, pria segera mengeluarkan penisnya dari vagina pasangannya dan mengeluarkan sperma diluar vagina.
 Pastikan pria tidak terlambat melaksanakannya.
 Sanggama tidak dianjurkan pada masa subur.

b. Dengan Alat
Ø  KONDOM.
Pemakaian kondom untuk tujuan kotrasepsi baru dimulai kira-kira pada abad ke-18 di Inggris. Pada mulanya kondom terbuat dari usus biri-biri. Pada tahun 1844 Goodyear telah berhasil membuat kondom dari karet. Kondom yang klasik terbuat dari karet (lateks) dan usus dari biri-biri. Yang kini paling umum di pakai ialah komdom dari karet; kondom ini umumnya mempunyai tebal kira-kira 0,05 mm. kini telah tersedia berbagai ukuran dengan berbagai macam warna. Dan pada waktu sekarang kondom telah dipergunakan secara luas di seluruh dunia dalam program KB.
Prinsip kerja kondom ialah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus, dan mencegah penggumpalam sperma dalam vagina. Bentuk kondom adalah silindris dengan pinggir yang tebal pada ujung yang terbuka sedang ujung yang buntu berfungsi sebagai penampung sperma. Diameternya biasanya kira-kira 31-36,5 mm dan panjang lebih kurang 19 mm. kondom dilapisi dengan pelicin yang mempunyai sifat spermatisid.
Efektifitas kondom ini tergantung dari mutu kondom dan dari ketelitian dalam penggunaannya.
Mengenai pemakaian kondom perlu diperhatikan hal-hal berikut. Jangan melakukan koitus sebelum kondom terpasang dengan baik. Pasanglah kondom sepanjang penis yang sedang dalam ereksi. Pada pria yang tidak bersunat, prepusium harusditarikterlebih dahulu. Tinggalkan sebagian kecil dari ujung kondom untuk menampung sperma. Pada kondom yang mempunyai kantong kecil di ujungnya. Keluarkanlah udara terlebih dahulu sebelumkondomdipasang. Pergunakanlah bahan pelicin secukupnya pada permukaan kondom untuk mencegah terjadinya robekan. Keluarkanlah penis dari vagina sewaktu masih dalam keadaan ereksi dan tahanlah kondom pada tempatnya ketika penis di keluarkan dari vagina, supaya sperma tidak tumpah.

Keuntungan
Selain untuk memberi perlindungan terhadap penyakit kelamin yaitu bisa juga di pergunakan untuk tujuan kontrasepsi.
Kekurangan.
 Ada kalanya pasangan yang mempergunakannya merasakan selaput karet
tersebut sebagai penghalang dalam kenikmatan sewaktu melakukan koitus.
Ada pula pasangan yang tidak menyukai kondom oleh karena adanya asosiasi dengan soal pelacuran. Kegagalan pemakaian kondom yaitu bocor atau koyaknya alat itu atau tumpahnya sperma yang di sebabkan oleh tidak dikeluarkannya penis segera setelah terjadi ejakulasi.

Kondom Wanita
Kondom wanita adalah suatu sarung poliuretan dengan panjang 15 cm dan garis tengah 7 cm yang ujung terbukanya melekat kesuatu cincin poliuretan lentur, sebuah cincin poliuretan (yang dapat dilepas) di dalam kondom berfungsi sebagai alat untuk memasang dan melekatkan kondom ini divagina.
Kondom ini memiliki satu ukuran dengan pelumas berbahan dasar silicon dan tidak memerlukan pelumas spermisida serta hanya sekali pakai, alat ini dapat dibeli tanpa resep dengan nama dagang femidom (reality di Amerika utara dan femy di Spanyol) apabila pasangan telah terbiasa memakainya maka respon merugikan yang terjadi pada awal pemakaian kondom wanita jelas akan berkurang.
Cara kerja.
Seperti metode barier lainnya, kondom wanita mencegah spermatozoa mencapai saluran genital wanita.
Efektivitas
studi mengenai efektivitas kondom wanita menunjukkan bahwa kondom ini sama efektifnya dengan diafragma, angka kegagalan berkisar dari 5 sampai per 100 tahun wanita, wanita yang memliki motivasi kuat dan menggunakannya dengan benar dan konsistensi dapat diharapkan memiliki angka kegagalan yang rendah.
Indikasi
Apabila pasangan menghendaki pihak wanita yang menggunakan metode barier reversible sebagi kontrasepsi
Untuk perlindungan maksimum terhadap Infeksi Menular Seksual (IMS)
Kontraindikasi
Beberapa pasangan secara psikologis tidak dapat menerima pemakaian kondom wanita.
Keunggulan
1. Suatu metode kontrasepsi efektif yang dikendalikan oleh wanita
2.      Dapat di beli tanpa resep di sebagian besar apotik dan dapat diperoleh secara gratis dari beberapa klinik keluarga berencana
3.      Memberikan perlindungan sangat tinggi terhadap IMS dengan cara melindungi vulva dan uretra Study in vitro menunjukkan bahwa tidak ada kebocoran HIV atau sitomegalovirus melalui kondom wanita.
4.      Lebih kuat dari pada kndom pria yang terbuat dari lateks dengan resiko robek lebih kecil serta tidak melemah oleh preparat-preparat vagina berbahan dasar minyak
5. Bagi pasangan pria, penurunan kenikmatan lebih kecil di bandigkan dengan kondom lateks.
6. Dapat di pasang jauh sebelum hubungan intim (yi; beberapa jam)dan juga di biarkan beberapa waktu setelah ejakulasi sehingga proses hubungan intim tidak terganggu.

Kekurangan
1.  Penampilan kurang menarik
2. Kenikmatan terganggu dan timbul suara “gemerisik” sewaktu berhubungan intim.
3. Proses pemasangan awal mungkin sulit tetapi dengan pemakaian berulang hal ini biasanya cepat diatasi
4.  Kadang-kadang dapat terdorong seluruhnya masuk kedalam vagina
5.      Mahal sedang dilakukan riset untuk mengembangkan kondom wanita yang dapat dicuci yang dapat digunkan kembali.

Petunjuk pemakaian
1.      Masukkan kondom wanita dengan posisi berjongkok, dengan 1 kaki diatas kursi atau berbaring
2. Tekan cincin bagian dalam, yang ditutupi oleh sarung, diantara jempol dan jari lain
 masukkan akondom kedalam vagina seperti memasukkan tampon
3. Setelah kondom berada pada vagina dorong cincin dalam setinggi sehingga cincin tersebut akan tetap pada posisi tersebut sewaktu berhubungan intim
4. Cincin luar harus melekat erat ke vulva
5. Segera setelah hubungan intim, pegang cincin luar dan tarik keluar kondom secara hati-hati
6. Buang di tempat sampah dan jangan dimasukkan ke dalam toilet.
 
Efek Samping.
Efek samping kondom tidak ada, kecuali jika ada alergi terhadap bahan untuk membuat karet.

Ø Barier intral vaginal
Diafragma Vaginal 
Diafragma vaginal adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) yang diensersikanke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks.
Dewasa ini diafragma vaginal terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya. Per ini ada yang terbuat dari logam tipis yang tidak dapat berkarat, ada pula yang dari kawat halus yang tergulung sebagai spiral dan mempunyai sifat seperti per. Ukuran diafragma vaginal yang beredar di pasaran mempunyai diameter antara 55 sampai 100 mm. tiap-tiap ukuran mempunyai perbedaan diameter masing-masing 5 mm. besarnya ukuran diafragma yang akan dipakai oleh akseptor di tentukan secara individual. Diaframa dimasukkan ke dalam vagina sebelum koitus untuk menjaga jangan sampai sperma masuk ke dalam uterus. Untuk memperkuat khasiat diafragma, obat spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirnya. Diafragma vaginal sering dianjurkan
pemakaiannya dalam hal-hal seperti:
1) Keadaan dimana tidak tersedia cara yang lebih baik;
2) Jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi, sehingga tidak di butuhkan perlindungan yang terus-menerus;
3) Jika pemakaian pil, AKDR, atau cara lain harus dihentikan untuk sementara waktu oleh karena sesuatu sebab.
Pada keadaan-keadaan tertentu pemakaian difragma tidak dapat di benarkan misalnya pada:
- Sistokel yang berat
 -Prolapsus uteri
- Fistula vagina
-Hiperantefleksio atau hiperretrofleksio uterus.
-Diafragma paling cocok untuk di pakai pada wanita dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding vagina yang baik.
Jenis-jenis:
1. Flat spring (flat metal band)
2. Coil Spring (coiled wire)
3. Arching Spring(kombinasimetal spring)
Cara kerja:
Menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba Fallopi) dan sebagai alat tempat spermisida.
Cara Pemakaian Diafragma Vaginal
Jika akseptor telah setuju mempergunakan cara ini, terlebih dahulu ditentukan ukuran difragma yang akan di pakai. Dengan mengukur jarak antara simfisis bagian bawah dan forniks vaginae posterior dengan menggunakan jari telunjuk dari jari tengah tangan dokter, yang dimasukkan ke dalam vagina akseptor. Kemudian kepadanya di terangkan anatomi alat-alat genital bagian dalam dari wanita, dan di jelaskan serta didemonstrasikan cara memasang diafragma vaginal. Pinggir mangkuk dijepit antara ibu jari telunjuk, dan difragma di masukkan ke dalam vagina sesuai dengan sumbunya.
Setelah selesai pemasangannya, akseptor harus meraba dengan jarinya bahwa porsio servisis uteri terletak di atas mangkuk, pinggir atas difragma di forniks vagina posterior, dan pinggir bawah dibawah simfisis, kemudian, akseptor di suruh sendiri memasang diafragma, mengontrol apakah letaknya sudah benar, dan akhirnya mengeluarkannya. Akseptor harus melatih diri untuk menggunakan diafragma. Jika perlu, pemasukan diafragma ke dalam vagina dapat dilakukan dengan menggunakan introducer. Difragma harus dimasukkan sebelum coitus; pemasukannya dapat dilakukan dalam posisi tidur terlentang, dengan kaki di bengkokkan dalam lutut dan kaki terbuka sedikit, dalam posisi berjongkok, atau dalam posisi berdiri dengan satu kaki di tinggikan.

Sebelum dimasukkan, obat spermatisida diletakkan dalam mangkuk diafragma serta di oleskan pada pinggirnya. Setelah coitus, diafragma tidak boleh segera di keluarkan, akan tetapi harus di tunggu 6 samapi 8 jam. Dalam waktu itu sperma dalam vagina di kirakan sudah mati.
Cara penyimpanan diafragma vaginal.
Setelah di pakai, diafragma vaginal di cuci dengan air dan sabun dingin sampai bersih, lalu di keringkan dengan kain halus, dan kemudian di beri bedak. Diafragma vaginal harus disimpan di tempat yang tidak boleh kena panas. Sekali-sekali diafragma harus diperiksa, apakah tidak bocor atau apakah cincin mangkuk tidak rusak. Jika di jaga dengan baik, diafragma dapat di pergunakan untuk selama kira-kira 1-1½ tahun.
Efek Samping.
Umumnya diafragma vaginal tidak menimbulkan banyak efek sampingan. Efek sampingan mungkin disebabkan oleh reaksi alergik terhadap obat-obat spermatisida yang dipergunakan, atau oleh karena terjadi perkembangbiakan bakteri yang berlebihan dalam vagina jika diafragma di biarkan terlalu lama terpasang di situ.
Kekurangan
Kekurangan khasiat diafragma vaginal ialah:
1. Di perlukan motivasi yang cukup kuat
2. Umumnya hanya cocok untuk wanita yang terpelajar dan tidak untuk dipergunakan secara massal.
3. Pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan kegagalan
4. Tingkat kegagalan lebih tinggi dari pada pil atau AKDR
5. pada beberapa pengguna menjadi penyebab infeksi saluran urethra
6. pada 6 jam pasca hubungan seksual, alat masih harus berda di posisinya.
7. efektifitas sedang (bila digynakan dengan spermisida angka kegagalan 6-16 kehmilan per 100 perempuan pertahun pertama)
Keuntungan
a. Hampir tidak ada efek sampingan
b.Dengan motivasi yang baik dan pemakaian yang betul, hasilnya cukup memuaskan
c.Dapat dipakai sebagai pengganti pil AKDR pada wanita-wanita yang tidak boleh mempergunakan pil atau AKDR oleh karena suatu sebab.
d. Tidak mengganggu produksi ASI pada saat menyusui
e.Tidak mengganggu hubungan seksual karena terpasang sampai 6 jam sebelumnya.
f. Tidak mengganggu kesehatan klien
g. Salah stu perlindungan terhadap IMS/HIV/AIDS, khususnya apabila digunakan dengan spermisida
h. Bila digunakan pada saat haid, dapat menampung darah menstruasi

Cervical Cup

Cervical cap di buat dari karet atau plastic, dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. Ukurannya ialah dari diameter 22 mm sampai 33 mm; jadi lebih kecil dari pada diafragma vaginal. Cap ini dipasang pada portio servisis uteri seperti memasang topi dan dirancang untuk terpasang pas di serviks dan adanya isapan bukan karena tegangan pegas seperti pada diafragma.

Variasi
Preventif cavity-rim cap, yang terbuat dari karet merah muda padat dengan tepi menebal yang membentuk lekuk kecil adalah tipe yang paling sering digunakan, lkuk ini di maksudkan untuk meningkatkan penghisapan kesisi serviks. Ukuran yang diukur dari garis tengah internal tepi, berkisar dari 21 sampai 31 mm sekarang sudah tersedia topi karet atau silicon satu ukuran yang lain.
Cara kerja
Dengan menutupi serviks topi berfungsi sebagai barier fisik terhadap masuknya sperma ke dalam kanalis servikalis.
Efektifivitas
Studi terakhir mendapati angka kehamilan bervariasi dari 8 sampai 20 per 100 tahun. Wanita sekitar separuh dari kehamilan tersebut disebabkan oleh kegagalan pemakai, dan penyebab utama lainnya adalh terlepasnya topi secara tidak sengaja sewaktu berhubungan intim.

Indikasi
Apabila ada permintaan untuk pessarium oklusif oleh seorang wanita yang tidak cocok menggunakan diaphragm, asalkan serviks normal dan sehat mengarah ke bawah sesuai sumbu vagina dan tidak menekik ke belakang.
Kontraindikasi
1. Serviks yang pendek atau rusak
2. Raba serviks purulen yang memberi kesan infeksi
3. Ketidakmampuan meraih serviks dengan jari tangan
Keuntungan
1. Cocok bagi wanita yang tonus ototnya lemah dan beberpa kasus prolaps uterovagina.
2. Tidak dirasakan oleh pasangan pria
3. Tidak ada pengurangan sensasi vagina
4. Pasnya topi di serviks tidak dipengaruhi oleh perubahan ukuran vagina, baik sewaktu berhubungan intim atau akibat perubahan berat tubuh
5. Tidak seperti diafragma, topi serviks dapat di pasang selama beberapa hari sebagian mengatakan bahwa topi dapat dipasang selam intervalantara menstruasi, walaupun hal ini tidak di anjurkan, praktik standar di Inggris menganjurkan pasien untuk tidak memakainya selama lebih dari 24 jam.kecil kemungkinannya menyebabkan gejala saluran kemih.
Kekurangan
1. Memerlukan pemilihan ukuran dan kecockan tapi yang akurat agar topi tidak terlepas sewaktu berhubungan intim
2.      Pemasangan dan pengeluaran sendiri topi serviks lebih sulit dari pada diafragma
3.      Dapat timbul bau tidak sedap apabila top

Ø  SPERMISIDA

Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma.
 Jenis spermisida terbagi menjadi:
 1. Aerosol (busa).
 2. Tablet vagina, suppositoria atau dissolvable film.
3. Krim.
Cara Kerja
1. Aerosol (busa) akan efektif setelah dimasukkan (insersi).
2. Aerosol dianjurkan bila spermisida digunakan sebagai pilihan pertama atau metode kontrasepsi lain tidak sesuai dengan kondisi klien.
3. Tablet vagina, suppositoria dan film sangat mudah dibawa dan disimpan. Penggunaannya dianjurkan menunggu 10-15 menit setelah dimasukkan (insersi) sebelum hubungan seksual.
4. Jenis spermisida jeli biasanya digunakan bersamaan dengan diafragma.

 Manfaat
Alat kontrasepsi spermisida ini memberikan manfaat secara kontrasepsi maupun non kontrasepsi.

Manfaat kontrasepsi
1.      Efektif seketika (busa dan krim).
 2.  Tidak mengganggu produksi ASI.
 3. Sebagai pendukung metode lain.
 4. Tidak mengganggu kesehatan klien.
 5. Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
 6. Mudah digunakan.
 7. Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual.
 8. Tidak memerlukan resep ataupun pemeriksaan medik.
 
Manfaat non kontrasepsi
Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual termasuk HBV dan HIV/AIDS.
Keterbatasan
1. Efektifitas kurang (bila wanita selalu menggunakan sesuai dengan petunjuk, angka kegagalan 15 dari 100 perempuan akan hamil setiap tahun dan bila wanita tidak selalu menggunakan sesuai dengan petunjuk maka angka kegagalan 29 dari 100 perempuan akan hamil setiap tahun).
2. Spermisida akan jauh lebih efektif, bila menggunakan kontrasepsi lain (misal kondom).
3. Keefektifan tergantung pada kepatuhan cara penggunaannya.
4. Tergantung motivasi dari pengguna dan selalu dipakai setiap melakukan hubungan seksual.
5. Pengguna harus menunggu 10-15 menit setelah spermisida dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual.
 6. Hanya efektif selama 1-2 jam dalam satu kali pemakaian.
 7. Harus selalu tersedia sebelum senggama dilakukan.

Penanganan Efek Samping
 Pemakaian alat kontrasepsi spermisida juga mempunyai efek samping dan masalah lain. Di bawah ini merupakan penanganan efek samping dan masalah-masalah yang timbul akibat pemakaian spermisida.
Efek Samping Atau Masalah Penanganan
·         Iritasi vagina atau iritasi penis dan tidak nyaman Periksa adanya vaginitis dan penyakit menular seksual. Bila penyebabnya spermisida, sarankan memakai spermisida dengan bahan kimia lain atau bantu memilih metode kontrasepsi lain.
·         Gangguan rasa panas di vagina Periksa reaksi alergi atau terbakar. Yakinkan bahwa rasa hangat adalah normal. Bila tidak ada perubahan, sarankan menggunakan spermisida jenis lain atau bantu memilih metode kontrasepsi lain.
·         Tablet busa vaginal tidak larut dengan baik Pilih spermisida lain dengan komposisi bahan kimia berbeda atau bantu memilih metode kontrasepsi lain.
Petunjuk Umum
1.      Sebagai alat kontrasepsi, spermisida harus diaplikasikan dengan benar sebelum melakukan hubungan seksual.
2.      Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengisi aplikator (busa atau krim) dan insersi spermisida.
3.      Jarak tunggu 10-15 menit pasca insersi spermisida sebelum melakukan hubungan seksual. Kecuali bentuk spermisida aerosol (busa), tidak memerlukan waktu tunggu karena langsung larut dan bekerja aktif.
4.      Perhatikan petunjuk pemakaian spermisida, baik cara pemakaian maupun penyimpanan dari setiap produk (misal: kocok terlebih dahulu sebelum diisi ke dalam aplikator).
5.      Ulangi pemberian spermisida, bila dalam 1-2 jam pasca insersi belum terjadi senggama atau perlu spermisida tambahan bila senggama dilanjutkan berulang kali.
6.      Menempatkan spermisida jauh ke dalam vagina agar kanalis servikalis tertutup secara keseluruhan.

Di bawah ini merupakan cara pemakaian alat kontrasepsi spermisida sesuai dengan bentuknya:
1. Aerosol (busa)
Carapemakaian:
Sebelum digunakan, kocok tempat aerosol 20-30 menit. Tempatkan kontainer dengan posisi ke atas, letakkan aplikator pada mulut kontainer dan tekan untuk mengisi busa. Masukkan aplikator ke dalam vagina mendekati serviks dengan posisi berbaring. Dorong sampai busa keluar. Ketika menarik aplikator, pastikan untuk tidak menarik kembali pendorong karena busa dapat masuk kembali ke pendorong. Aplikator segera dicuci menggunakan sabun dan air kemudian keringkan. Aplikator sebaiknya digunakan untuk pribadi.
Spermisida aerosol (busa) dimasukkan dengan segera, tidak lebih dari satu jam sebelum melakukan hubungan seksual.
2. Krim dan Jeli
Carapemakaian:
Krim dan jeli dapat dimasukkan ke dalam vagina dengan aplikator dan atau mengoles di atas penis. Krim atau jeli biasanya digunakan dengan
diafragma atau kap serviks, atau dapat juga digunakan bersama kondom. Masukkan spermisida 10-15 menit sebelum melakukan hubungan seksual. Isi aplikator dengan krim atau jeli. Masukkan aplikator ke dalam vagina mendekati serviks. Pegang aplikator dan dorong sampai krim atau jeli keluar. Kemudian tarik aplikator keluar dari vagina. Aplikator segera dicuci menggunakan sabun dan air kemudian keringkan.
Cara memasukkan spermisida bentuk busa, krim atau jeli dengan inserter.
 
Kontrasepsi Vagina Film/Tissue
Carapemakaian:
Sebelum membuka kemasan, terlebih dahulu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Spermisida bentuk film/ tissue ini berupa kotak-kotak tipis yang larut dalam serviks. Untuk menggunakannya, lipat film menjadi dua dan kemudian letakkan di ujung jari. Masukkan jari Anda ke dalam vagina dan dorong film ke dalam vagina mendekati serviks. Keadaan jari yang kering dan cara memasukkan film secepat mungkin ke dalam vagina, akan membantu penempelan dan jari tidak menjadi lengket. Tunggu sekitar 15 menit agar film larut dan bekerja efektif.
3. Suppositoria
Carapemakaian:
Suppositoria merupakan
spermisida berbentuk kapsul yang dapat larut dalam vagina. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum membuka kemasan. Lepaskan tablet vagina atausuppositoria dari kemasan. Sambil berbaring, masukkan suppositoria jauh ke dalam vagina. Tunggu 10-15 menit sebelum melakukan hubungan seksual. Sediakan selalu tablet vagina atau suppositoria.
Cara memasukkan spermisida bentuk suppositoria. 
Cara pelepasan

REFERENCE :
v  Everett, suzane;2008.Kontrasepsi Dan Kesehatan Reproduktif; EGC, Jakarta.
v  Nordo gunawan, sutarjo DKK; 1996. Keluarga Berencana. Depkes RI, Jakarta.
v  Bahri abdul, biran afandi DKK; 2004. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Yayasan bina PUstaka Sarwono Prawiroharjo, Jakarta.
v  Bagus ida; 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta.
v  Pinem saroha; 2009, Kesehatan Reproduksi Dan Kontrasepsi, Trans Info Media, Jakarta.

1 komentar:

  1. JackpotCity Casino, BetMGM Promo Code - JTHub
    JackpotCity Casino is an 남양주 출장안마 exciting gambling operator. 서산 출장안마 We offer the 나주 출장샵 largest selection of games from the 충주 출장샵 leading 충청북도 출장마사지 provider of live casino games,

    BalasHapus